Tugas Struktur 13
LAPORAN ANALISIS KONSUMSI
ENERGI DAN JEJAK KARBON
(Studi Kasus Proses Produksi)
A. Profil Unit Usaha &
Diagram Alir Proses Produksi
1. Profil Unit Usaha
Nama Unit Usaha: Industri Tahu
“Sari Kedelai”
Jenis Usaha: Industri pangan
skala kecil
Produk: Tahu putih
Sistem Produksi: Produksi
harian berbasis pesanan dan distribusi lokal
2. Diagram Alir Proses
Produksi
Bahan baku kedelai →
Perendaman → Penggilingan → Perebusan → Penyaringan → Penggumpalan → Pencetakan
→ Tahu siap jual
Titik Masuk Energi:
- Mesin penggiling kedelai → Energi listrik (Direct
Energy)
- Kompor perebusan → Energi LPG (Direct Energy)
- Lampu & kipas ruang produksi → Energi listrik
(Indirect Energy)
B. Identifikasi Sumber dan Intensitas Energi
1. Sumber Energi yang
Digunakan
|
No |
Sumber Energi |
Jenis |
|
1 |
Listrik PLN |
Direct & Indirect Energy |
|
2 |
LPG 3 kg |
Direct Energy |
2. Klasifikasi Energi
- Direct Energy:
Energi yang
langsung digunakan dalam proses produksi
→ Mesin penggiling, kompor perebusan
- Indirect Energy:
Energi
pendukung proses produksi
→ Lampu penerangan, kipas ventilasi
3. Estimasi Konsumsi Energi
per Bulan
|
Sumber Energi |
Jumlah |
|
Listrik |
500 kWh/bulan |
|
LPG |
10 tabung LPG 3 kg/bulan
(total 30 kg) |
C. Perhitungan Dasar (Analisis
Kuantitatif)
1. Konversi Energi ke Satuan
Mega Joule (MJ)
Faktor Konversi:
- 1 kWh = 3,6 MJ
- LPG = 46 MJ/kg
a. Energi Listrik
b. Energi LPG
2. Total Konsumsi Energi
3. Intensitas Energi Produksi
Produksi tahu rata-rata = 3.000
potong tahu/bulan
4. Estimasi Jejak Karbon
(Emisi CO₂)
Faktor Emisi:
- Listrik PLN = 0,85 kg CO₂/kWh
- LPG = 2,9 kg CO₂/kg
a. Emisi dari Listrik
b. Emisi dari LPG
Total Emisi Karbon
D. Analisis Efisiensi dan
Rekomendasi
1. Identifikasi Kehilangan
Energi (Energy Loss)
- Panas dari proses perebusan banyak terbuang ke
lingkungan
- Kompor LPG sering menyala tanpa beban penuh
- Mesin penggiling tetap menyala saat menunggu
bahan
2. Rekomendasi Peningkatan
Efisiensi Energi
Rekomendasi 1:
Menggunakan penutup panci perebusan untuk mengurangi kehilangan panas
➡ Menghemat konsumsi LPG tanpa mengurangi kualitas tahu
Rekomendasi 2:
Mengatur jadwal produksi terpusat agar mesin penggiling tidak sering idle
➡ Mengurangi konsumsi listrik yang tidak produktif
Rekomendasi 3:
Mengganti lampu pijar dengan lampu LED hemat energi
➡ Menurunkan konsumsi listrik indirect energy
Kesimpulan
Berdasarkan analisis, energi
terbesar digunakan pada proses produksi langsung, terutama listrik dan LPG.
Intensitas energi sebesar 1,06 MJ per potong tahu menunjukkan potensi efisiensi
masih dapat ditingkatkan. Dengan penerapan rekomendasi sederhana dan aplikatif,
unit usaha dapat mengurangi konsumsi energi sekaligus menekan jejak karbon
tanpa menurunkan kualitas produksi.
Komentar
Posting Komentar