Tugas Mandiri 14

 

Identifikasi Potensi Simbiosis di Lingkungan Sekitar

1. Latar Belakang / Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa limbah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, melainkan dapat dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna. Melalui pendekatan ekologi industri, mahasiswa diajak memahami bagaimana sistem produksi dan konsumsi dapat saling terhubung dalam bentuk simbiosis, di mana satu pihak memanfaatkan sisa hasil dari pihak lain.

Pada skala kecil, seperti kampus atau komunitas sekitar, konsep ini dapat diterapkan secara sederhana namun berdampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi.

 

2. Lokasi Pengamatan

Lokasi: Kantin Kampus

Kantin kampus dipilih karena merupakan pusat aktivitas konsumsi harian mahasiswa dan staf. Setiap hari, berbagai tenant menghasilkan limbah dalam jumlah cukup besar dan bersifat rutin. Namun, pada umumnya limbah tersebut belum dipilah dan langsung dibuang ke tempat sampah umum, sehingga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan seperti bau, becek, dan penumpukan sampah.

 

3. Identifikasi Limbah (Resource Mapping)

Pada tahap ini dilakukan pengamatan langsung untuk mengidentifikasi jenis-jenis limbah yang dihasilkan secara rutin.

a. Sisa Makanan

  • Sumber: Tenant makanan (nasi, lauk, sayur sisa konsumsi)
  • Volume: ±15–20 kg per hari
  • Kondisi saat ini: Dibuang ke TPS tanpa pengolahan
  • Karakteristik: Limbah organik, mudah membusuk, berbau, dan menarik hama

b. Ampas Kopi

  • Sumber: Tenant minuman/kopi
  • Volume: ±8–10 kg per hari
  • Kondisi saat ini: Dibuang ke tempat sampah
  • Karakteristik: Kaya unsur nitrogen, lembap, masih memiliki nilai nutrisi

c. Air Buangan AC

  • Sumber: Unit AC gedung sekitar kantin
  • Volume: ±200–300 liter per hari
  • Kondisi saat ini: Dialirkan ke selokan
  • Karakteristik: Air relatif bersih (kondensat), tidak tercemar bahan kimia

 

4. Identifikasi Masalah Utama

Masalah utama yang ditemukan adalah limbah organik yang menumpuk dan tidak dimanfaatkan. Limbah ini:

  • Menambah volume sampah kampus
  • Menimbulkan bau tidak sedap
  • Membutuhkan biaya pengangkutan dan pengelolaan

Padahal, jika dikelola dengan tepat, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali dan memberikan nilai tambah.

 

5. Perancangan Simbiosis Sederhana

Konsep simbiosis dirancang dengan menghubungkan penghasil limbah dan penerima limbah yang membutuhkan bahan tersebut sebagai input proses lain.

Skema Simbiosis:

  1. Sisa Makanan Kantin
    Peternak Maggot BSF (komunitas lokal)
    → Maggot digunakan sebagai pakan ikan atau unggas
  2. Ampas Kopi Kantin
    Kebun Kampus / Kelompok Tani Jamur
    → Digunakan sebagai media tanam jamur atau bahan kompos
  3. Air Buangan AC
    Taman Kampus
    → Dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman

Simbiosis ini bersifat sederhana, logis, dan mudah diterapkan tanpa teknologi tinggi.

 

6. Manfaat Penerapan Simbiosis

a. Manfaat Lingkungan

  • Mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA
  • Mengurangi bau dan pencemaran di area kantin
  • Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang terbuang

b. Manfaat Ekonomi

  • Menghemat biaya pengelolaan dan pengangkutan sampah
  • Mengurangi kebutuhan pembelian pupuk dan pakan
  • Memberi peluang ekonomi bagi komunitas sekitar

c. Manfaat Sosial dan Edukatif

  • Mendorong kolaborasi antara kampus dan masyarakat
  • Menjadi media edukasi praktik keberlanjutan
  • Meningkatkan kepedulian lingkungan mahasiswa

 

7. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa limbah yang dihasilkan kantin kampus memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali melalui konsep simbiosis industri skala mikro. Dengan perencanaan sederhana, limbah yang sebelumnya menjadi masalah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai dan berkelanjutan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenungi Tantangan: Insinyur Industri di Era Produksi Berkelanjutan

Tugas Terstruktur 01

Tugas Mandiri 01