Tugas Struktur 12
Tahap 1: Perencanaan dan Riset
Target Audiens: Mahasiswa
Alasan: Mahasiswa
memiliki pola konsumsi tinggi (makanan instan, fashion, transportasi) dan
perubahan kecil berdampak besar.
Pesan Kunci: Perubahan
sederhana dalam kebiasaan sehari-hari dapat mengurangi dampak lingkungan secara
signifikan tanpa biaya mahal.
Tahap 2: Konten Infografis
Judul ini menegaskan bahwa
setiap individu, khususnya mahasiswa, dapat berkontribusi dalam menjaga
lingkungan melalui tiga tindakan sederhana dan realistis dalam aktivitas
konsumsi sehari-hari.
1. Kurangi Fast Fashion
Fast fashion
adalah tren pakaian murah yang diproduksi secara massal dan cepat berganti.
Industri ini menghasilkan limbah tekstil besar serta menghabiskan banyak air
dan energi.
Makna Poin
dalam Infografis:
·
Pilih pakaian yang
tahan lama → Mengurangi frekuensi membeli pakaian baru
·
Beli seperlunya,
hindari belanja impulsif → Mengurangi pemborosan
·
Manfaatkan thrift
shop & tukar pakaian → Memperpanjang usia pakai pakaian
Tujuan: Menekan
limbah tekstil dan mendukung pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
2. Gunakan Wadah dan Alat
Pakai Ulang
Sampah
plastik sekali pakai merupakan penyumbang utama pencemaran lingkungan, terutama
di laut dan perkotaan.
Makna Poin
dalam Infografis:
·
Bawa tumbler &
kotak makan sendiri → Mengurangi botol dan kemasan plastik
·
Tolak sedotan
& plastik sekali pakai → Mengurangi sampah harian
·
Gunakan tas
belanja kain → Alternatif ramah lingkungan dari kantong plastik
Tujuan: Mengurangi
volume sampah plastik dan mendorong gaya hidup ramah lingkungan.
3. Pilih Transportasi Ramah
Lingkungan
Transportasi
berbahan bakar fosil menjadi penyumbang besar emisi karbon dan polusi udara.
Makna Poin
dalam Infografis:
·
Naik transportasi
umum → Mengurangi jumlah kendaraan pribadi
·
Bersepeda atau
berjalan kaki → Menghemat energi dan menyehatkan
·
Berbagi kendaraan
(Carpool) → Menekan emisi dan konsumsi bahan bakar
Tujuan: Mengurangi
dampak negatif transportasi terhadap lingkungan dan kualitas udara.
Sumber Data
Infografis ini merujuk pada
lembaga kredibel, yaitu:
- KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
- UNEP (United Nations Environment Programme)
- World Resources Institute (WRI)
Sumber tersebut memperkuat
validitas informasi mengenai konsumsi berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar