Tugas Mandiri 12
๐ Lokasi: Minimarket (Indomaret/Alfamart)
๐ Tabel Hasil
Observasi Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan
|
No |
Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan |
Frekuensi |
Dampak Negatif Utama |
|
1 |
Membeli air mineral botol
kecil (330–600 ml) sekali minum lalu dibuang. |
Sangat sering |
Penumpukan sampah plastik
sekali pakai, beban TPA meningkat. |
|
2 |
Membeli minuman kemasan (kopi, teh, susu) dengan
sedotan plastik sekali pakai. |
Sangat sering |
Sampah plastik sulit terurai, mencemari lingkungan. |
|
3 |
Membeli makanan siap saji
berlapis kemasan ganda (plastik + karton) meskipun tidak diperlukan. |
Sering |
Produksi limbah kemasan
berlebih dan pemborosan material. |
|
4 |
Mengambil kantong plastik meskipun belanja hanya 1–2
barang kecil. |
Sering |
Peningkatan konsumsi plastik sekali pakai. |
|
5 |
Membeli makanan promo
“ambil dua” yang tidak habis dikonsumsi dan akhirnya terbuang. |
Cukup sering |
Pemborosan makanan (food
waste) dan sumber daya produksi. |
๐ Analisis Penyebab
(3 Perilaku Paling Sering)
1️. Pembelian air mineral
botol kecil sekali pakai
Penyebab utama:
·
Kemudahan &
kepraktisan: Produk mudah diambil, langsung diminum.
·
Ketiadaan
alternatif: Tidak tersedia stasiun isi ulang (refill water) di dalam/sekitar
minimarket.
·
Kebiasaan
konsumen: Botol sekali pakai dianggap normal dan “praktis”.
2️. Penggunaan sedotan
plastik pada minuman kemasan
Penyebab
utama:
·
Standar penyajian:
Sedotan otomatis diberikan tanpa ditanya.
·
Kurangnya
kesadaran: Konsumen jarang mempertimbangkan dampak lingkungan dari sedotan
kecil.
·
Minimnya opsi
ramah lingkungan: Tidak tersedia sedotan kertas atau opsi “tanpa sedotan”.
3️. Pengambilan kantong
plastik untuk belanja kecil
Penyebab
utama:
·
Harga murah atau
gratis: Tidak ada disinsentif yang mendorong konsumen menolak plastik.
·
Budaya kenyamanan:
Kantong plastik dianggap kebutuhan standar.
·
Kurang edukasi
visual: Minim informasi tentang dampak plastik
terhadap lingkungan.
♻️ Saran Solusi Praktis (3
Rekomendasi)
✅ 1. Kebijakan
“Tanya Dulu” & Opsi Tanpa Plastik
Untuk
pengelola minimarket:
·
Terapkan kebijakan
“Tidak otomatis memberikan kantong plastik dan sedotan”.
·
Kasir wajib
menanyakan: “Perlu kantong/sedotan?”
Manfaat: Mengurangi konsumsi plastik sekali pakai secara langsung.
✅ 2.
Penyediaan Alternatif Ramah Lingkungan
Untuk
pengelola minimarket:
·
Menjual atau
menyediakan sedotan kertas/stainless dan kantong belanja ulang pakai di kasir.
·
Menawarkan diskon
kecil bagi konsumen yang membawa tas belanja sendiri.
Manfaat: Menggeser perilaku konsumen dari sekali pakai ke penggunaan ulang
(reuse).
✅ 3. Edukasi
Konsumen di Titik Pembelian
Untuk
pengelola & konsumen:
·
Pasang poster
singkat di area kasir:
“1 kantong
plastik = ratusan tahun terurai. Bawa tas belanja sendiri.”
·
Kampanye
sederhana: “No Plastic for Small Purchases”.
Manfaat: Meningkatkan kesadaran lingkungan dan membentuk kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan.
๐งพ Kesimpulan
Hasil observasi di minimarket
menunjukkan bahwa praktik konsumsi tidak berkelanjutan paling sering terjadi
pada penggunaan kemasan plastik sekali pakai (botol minum, sedotan, dan kantong
plastik). Faktor utama penyebabnya adalah kepraktisan, harga murah, kebiasaan,
serta kurangnya fasilitas alternatif. Dengan kebijakan sederhana, penyediaan
opsi ramah lingkungan, dan edukasi di titik pembelian, perilaku konsumsi dapat
diarahkan menuju pola yang lebih berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar