Tugas Mandiri 13
LAPORAN OBSERVASI KONSUMSI
ENERGI
(Logbook Observasi)
Obyek Observasi
Nama Fasilitas: Bengkel Motor
“Maju Jaya”
Jenis Fasilitas: Bengkel jasa perbaikan dan perawatan sepeda motor
Lokasi: Lingkungan sekitar tempat tinggal
Aktivitas Utama: Servis motor, pengelasan ringan, pengisian angin, dan
pencahayaan area kerja
Langkah Kerja (Logbook
Observasi)
Langkah 1: Inventarisasi
Peralatan (Energy Mapping)
|
No |
Nama Alat |
Spesifikasi
Daya |
Durasi
Penggunaan (Jam/Hari) |
Frekuensi
(Hari/Minggu) |
|
1 |
Mesin Las Listrik |
900 Watt |
3 Jam |
5 Hari |
|
2 |
Kompresor
Angin |
1,5 HP
(≈1100 Watt) |
2 Jam |
6 Hari |
|
3 |
Gerinda Tangan |
600 Watt |
1 Jam |
5 Hari |
|
4 |
Lampu Kerja |
20 Watt |
8 Jam |
6 Hari |
|
5 |
Kipas Angin |
75 Watt |
8 Jam |
6 Hari |
Langkah 2: Penghitungan
Konsumsi Energi
Rumus Listrik
Hasil Perhitungan Energi per
Minggu
- Mesin Las
- Kompresor Angin
- Gerinda Tangan
- Lampu Kerja
- Kipas Angin
Rekap Total Konsumsi Energi
|
Alat |
Konsumsi Energi
(kWh/Minggu) |
|
Mesin Las |
13,5 |
|
Kompresor Angin |
13,2 |
|
Gerinda |
3 |
|
Lampu Kerja |
0,96 |
|
Kipas Angin |
3,6 |
Langkah 3: Identifikasi
Konsumsi Tertinggi
Berdasarkan hasil perhitungan,
Mesin Las Listrik merupakan alat dengan konsumsi energi tertinggi, diikuti
sangat dekat oleh Kompresor Angin.
Analisis Temuan
a. Alat dengan Konsumsi Energi
Tertinggi
Mesin Las Listrik (13,5
kWh/minggu)
b. Alasan Konsumsi Tinggi
- Mesin Las memiliki daya listrik besar (900 Watt)
- Digunakan secara rutin dan berulang selama
beberapa jam
- Kombinasi daya tinggi + durasi cukup lama
menyebabkan konsumsi energi besar
Ini menunjukkan bahwa alat
dengan daya besar belum tentu paling boros, tetapi menjadi boros ketika durasi
pemakaian juga signifikan.
c. Emisi yang Dihasilkan
- Tidak menghasilkan emisi gas secara langsung
- Namun menghasilkan panas tinggi, yang
berkontribusi pada peningkatan suhu ruang kerja dan konsumsi energi tidak
langsung (misalnya penggunaan kipas)
Usulan Perbaikan (Rekomendasi)
Rekomendasi Konkret:
Mengatur jadwal penggunaan
mesin las secara efisien, yaitu:
- Mengelompokkan pekerjaan pengelasan agar mesin
tidak sering hidup–mati
- Mematikan mesin saat jeda pekerjaan lebih dari
10–15 menit
- Menggunakan mesin las inverter yang lebih efisien
energi
Manfaat:
- Mengurangi konsumsi listrik
- Tidak menurunkan kualitas hasil pengelasan
- Memperpanjang usia alat
Contoh Logika Analisis
(Kesimpulan)
“Setelah melakukan observasi
di Bengkel Motor ‘Maju Jaya’, mesin las listrik menjadi pengonsumsi energi
tertinggi karena memiliki daya besar dan digunakan secara rutin setiap hari.
Meskipun lampu dan kipas menyala lebih lama, konsumsi energinya tetap lebih
rendah karena daya yang kecil. Oleh karena itu, efisiensi penggunaan mesin las
menjadi prioritas utama dalam upaya penghematan energi.”
Komentar
Posting Komentar